Selasa, 28 Jun 2022
  • Selamat Datang di Website Resmi SMAN 13 Semarang

Musik Meningkatkan Konsentrasi Dalam Belajar ?

Oleh : Zulkifli, S.Pd

Musik oleh banyak orang dianggap dapat mengurangi stress, hal ini disebabkan saat mendengarkan musik hormon endorphins mulai bekerja dalam tubuh. Hormon endorphins adalah hormon yang menghasilkan perasaan euphoria, rileks dan membantu berpikir jernih, lantas apakah musik dapat membantu meningkatkan konsentrasi dalam belajar ?

Sebuah penelitian di University Of California, Irvine, Amerika Serikat. Penelitian tersebut sekelompok mahasiswa dilibatkan untuk mendengarkan musik klasik berjudul “Sonata” Karya dari Wolfgang Amadeus Mozart, dalam durasi 10 menit. Hasilnya kemampuan mengenali ruang, bentuk dan arah para mahasiswa tersebut meningkat  8% sampai dengan 9%. Kemampuan mengenali ruang, bentuk dan arah disebut kemampuan Spatial Temporal.

Sayangnya penelitian ini banyak disalah artikan, banyak orang beranggapan mendengarkan musik klasik meningkatkan kemampuan IQ (Intelligence Quotients). Sehingga banyak dari para orangtua berlomba-lomba mendengarkan musik klasik kepada anaknya sejak usia dini, bahkan saat masih dalam kandungan dengan harapan kecerdasan anak dapat meningkat setelah mendengarkan musik klasik.

Untuk meningkatkan konsentrasi dalam belajar tidak harus dengan musik karya-karya Mozart atau musik klasik lainnya, yang terpenting adalah memilih musik yang sesuai dengan keinginan baik musik rock, pop, folk, dangdut dan musik dari genre lainnya. Sehingga dapat meningkatkan kegairahan emosional (Enjoyment Arousal), hal apapun jika kita melakukannya dengan enjoy pasti akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Yuk kita coba belajar sambil mendengarkan musik ?, kalau belum konsentrasi juga mungkin bisa ditambah dengan cemilan-cemilan gurih dan manis hehe.

penulis
Tim IT

Tulisan Lainnya

0 Komentar

KELUAR