Jumat, 30 Sep 2022
  • Selamat Datang di Website Resmi SMAN 13 Semarang

KEGIATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEKOLAH / MADRASAH DALAM RANGKA PEMBUDAYAAN GERMAS DI TATANAN PENDIDIKAN

Pemberdayaan masyarakat sekolah merupakan upaya fasilitasi yang bersifat non instruktif, guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat sekolah dihadapi, agar mampu mengidentifikasi masalah yang potensi yang dimiliki, merencanakan dan melakukan pemecahannya dengan memanfaatkan potensi setempat. Pemberdayaan masyarakat di sekolah ini meliputi pemberian informasi kepada masyarakat sekolah agar berubah dari tidak tahu menjadi tahu atau sadar (aspek pengetahuan atau knowledge), dari tahu menjadi mau (aspek sikap atau atitude), dan dari mau menjadi mampu melaksanakan perilaku yang diperkenalkan (aspek tindakan atau practice)

Pada hari Jum’at, 9 September 2022, SMAN 13 Semarang ditunjuk oleh Cabang Dinas Pendidikan I guna mengikuti pertemuan Penyelenggaraan Pemberdayaan Masyarakat Sekolah/Madrasah bersama MAN 1 Semarang. SMAN 13 Semarang diwakili 2 guru (Ibu Musyarofah, S.Pd dan Ibu Wulan C., S.Pd serta 13  siswa anggota PMR. Kegiatan  ini dilaksanakan di Hotel Muria Semarang Jl. Dr. Cipto 73,  pada pukul 08.30 – 12.30 WIB.

Kata sambutan pada awal kegiatan ini disampaikan oleh Bapak Sapto Yunarto.   Beliau menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah :

  1. Meningkatkan komitmen pimpinan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di tatanan sekolah/madrasah.
  2. Meningkatkan PHBS masyarakat di tatanan Sekolah/madrasah.
  3. Terimplementasi Germas di tatanan Sekolah/madrasah.

Ada 2 narasumber yang akan menyampaikan materi. Pemaparan materi pertama tentang “PERAN UKS DALAM MENDORONG IMPLEMENTASI GERMAS DI TATANAN PENDIDIKAN” oleh Bapak Toenggoel Raiso Poernomo, S. Sos, MM dari KASI SMA dan SLB Dinas Pendidikan Cabang Wilayah 1 Propinsi Jateng. Beliau menyampaikan Strategi Peningkatan Akses dan Mutu Kesehatan, sebagai berikut :

  1. Penyediaan tenaga kesehatan strategis dan penguatan sistem pelayanan kesehatan dasar dan rujukan
  2. Program peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta pengendalian reproduksi remaja
  3. Peningkatan gerakan masyarakat hidup sehat
  4. Pencegahan dan pengendalian penyakit
  5. Pelayanan kesehatan jarak jauh dengan memanfaatkan tekonologi komunikasi

Dimensi pada masa remaja, sebagai berikut :

  1. Pemahaman tentang diri dan identitas
  2. Hubungan dengan orang tua
  3. Hubungan dengan teman sebaya menjadi afilasi utama, bukan lagi keluarga
  4. Moral dan religi

Kampanye sekolah sehat untuk mewujudkan anak Indonesia yang sehat, kuat dan cerdas berkarakter. Sehat ini adalah sehat bergizi, sehat fisik, dan sehat imunisasi.  Beliau juga menyampaikan peran UKS. Apa itu UKS? UKS atau Usaha Kesehatan Sekolah merupakan upaya satuan pendidikan dalam menanamkan, menumbuhkan,  mengembangkan serta membimbing warga satuan pendidikan untuk secara terpadu, terarah, dan bertanggung jawab menghayati dan melaksanakan prinsip hidup sehat dalam kehidupan sehari hari.

Salah satu program UKS adalah Trias UKS, yang meliputi:

  1. Pendidikan kesehatan,
  2. Pelayanan kesehatan, dan
  3. Pembinaan lingkungan sekolah sehat

Materi kedua disampaikan oleh Ibu Aning  mengenai strategi RPJNM 2020-2024 yaitu Pembudayaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau disebut juga dengan GERMAS. Germas merupakan tindakan yang sistematis dan terencana yang dilakukan bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.  Kawasan sehat antara lain Kabupaten/Kota sehat, Pasar sehat, Upaya kesehatan sekolah (UKS), Lingkungan kerja sehat, Ruang terbuka public,Transportasi masal dan konektivitas, Lingkungan sehat serta penurunan polusi udara.

Fokus germas di tatanan pendidikan :

A = Aktivitas fisik secara teratur dan terukur

B = Bersama-sama menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekolah

C = Cek kesehatan secara berkala

D = Diit gizi seimbang (isi piringku) dan kantin sehat di sekolah

E = Edukasi perilaku hidup sehat

F = Fokus pada penerapan KTR, KTN, KTP, KTK

G = Gerakan bersama minum tablet tambah darah

Pembudayaan Germas dilaksanakan di berbagai tatanan.  Salah satunya institusi pendidikan/ sekolah. Sekolah merupakan salah satu tatanan yang potensial dilakukannya pemberdayaan masyarakat dalam upaya implementasi Germas.  Masyarakat sekolah terdiri dari sebagian besar siswa yang berusia remaja dengan berbagai masalah yang kompleks yang dapat mengakibatkan dampak buruk bagi kesehatannya.  Untuk mencegah hal tersebut perlu dilakukan upaya bersama yang melibatkan kader kesehatan sekolah sebagai peer educator bagi kelompok sebayanya untuk mengimplementasikan Germas di lingkungan sekolah.

Penyelenggaraan Pemberdayaan Masyarakat Sekolah/ Madrasah tahap 2 akan diselenggarakan pada tanggal 27 September 2022 dengan materi : Musyawarah masyarakat sekolah, Penyusunan rencana kegiatan, Pembahasan kebijakan berwawasan kesehatan di sekolah, Penggalangan kemitraan. (Sherissa & Octharina_Jurnalis’22)

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR