Batuan adalah kumpulan mineral yang telah mengeras atau membeku. Batuan menjadi benda alam sebagai penyusun utama pada bumi. Proses terbentuknya batuan berlangsung selama jutaan tahun. Siklus batuan diawali dari terbentuknya batuan beku, pelapukan batuan beku, pergerakan batuan, sedimentasi, metamorfosis dan pencairan magma kembali. Batuan dapat dibedakan berdasarkan komposisi mineral dan kimia dengan tekstur partikel dan proses pembentukannya.
Terdapat tiga jenis batuan penyusun diantaranya batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf.
Batuan beku terbentuk dari pembekuan magma pijar. Umumnya batu ini berada pada lapisan kerak bumi. Hingga saat ini setidaknya terdapat 700 jenis batuan beku yang telah teridentifikasi.
Batuan beku terdiri dari tiga jenis, yaitu :
Batuan tubir dapat disebut sebagai batuan kristal karena strukturnya terdiri dari kristal – kristal. Jenis batuan ini dalam proses pembentukannya terjadi di dalam kulit bumi. Batuan tubir memiliki bongkahan kristal yang berukuran besar akibat proses pendinginan yang berjalan lambat. Contoh dari batuan tubir adalah batu granit.
Batuan leleran juga disebut sebagai batuan beku luar terbentuk karena proses pembekuan yang terjadi pada bagian luar bumi. Proses terbentuknya batuan leleran terjadi karena penurunan temperatur yang terjadi sangat cepat. Batuan leleran dapat berbentuk kristal kecil, kristal besar, maupun bahan amorf. Contoh batuan leleran adalah batu apung.
Batuan korok dapat disebut juga batuan gang. Batuan ini terbentuk di korok atau gang dengan proses pendinginan batuan yang berlangsung lebih cepat. Batuan korok dapat berupa kristal kecil dan kristal besar. Contoh batuan korok adalah granit fosfir.
Selain tiga jenis batuan beku, terdapat beberapa jenis batuan beku lain berdasarkan cara terbentuknya. Diantaranya :
Batuan intrusive terbentuk didalam maupun di bawah permukaan bumi. Batuan jenis ini merupakan bentuk dari pembekuan magma kerak bumi sehingga memiliki bentuk dan tekstur kasar.
Batuan ekstrusif terbentuk di atas permukaan kerak bumi. Proses ini disebabkan proses pencairan magma di dalam kerak bumi. Proses pembentukan batuan jenis ini terjadi lebih cepat dibandingkan jenis batuan intrusive. Hal ini terjadi karena proses pembekuannya berada di permukaan bumi.
Batuan hipabissal terbentuk oleh proses naik turunnya magma dalam mantel atau kerak bumi. Batuan ini terbentuk antara batuan vulkanik dan plutonik.
Batuan sedimen terbentuk karena adanya endapan dengan struktur yang mudah lepas dan terbawa air, angin dan es. Endapan yang menumpuk dan mengeras kemudian menjadi batuan. Proses pengerasan pada batuan sedimen dinamakan pembaruan. Berikut adalah jenis – jenis batuan sedimen :
Ditinjau dari proses pembentukannya, batuan sedimen dapat dikelompokkan menjadi tiga :
Batuan sedimen klastik adalah batuan asal yang mengalami penghancuran secara mekanis dari ukuran besar menjadi kecil. Setelah itu, batuan – batuan ini kemudian terjadi proses pengendapan dan membentuk batuan endapan klastik. Contoh batuan klastik adalah batuan pasir dan batu lempung (shale).
Batuan sedimen kimiawi adalah batuan yang proses pembentukannya terjadi karena proses kimiawi seperti penguapan, pelarutan dan dehidrasi. Contoh batuan sedimen kimawi diantaranya batuan sedimen kapur yaitu stalaktit dan stalagmit yang berada di gua kapur.
Batuan sedimen organik merupakan batuan yang terbentuk akibat proses pengendapan yang dibantu oleh organisme seperti siswa – siswa bangkai binatang yang ada di dasar laut. Contoh kerang dan terumbu karang.
Berdasarkan perantara atau medium, batuan sedimen dibagi menjadi tiga yaitu :
Batuan metamorf atau dinamakan malihan adalah batuan hasil perubahan dari batuan beku dan endapan yang terjadi akibat proses metamorphosis. Proses pembentukan batuan ini berasal dari batuan yang sudah ada sebelumnya yaitu protolith. Batuan ini akan mengalami perubahan kimia atau fisika yang cukup besar. Pasalnya, protolith atau batuan asal akan dikenai panas lebih dari 150 derajat celcius.
Jenis batuan ini mengalami proses metamorfosis akibat tekanan suhu yang sangat tinggi. Suhu berasal dari aktivitas magma yang menyebabkan terjadinya perubahan bentuk maupun warna batuan. Contoh batu marmer, batolit, lakolit dan batuan sill.
Jenis batuan ini memiliki ukuran yang cukup besar dan luas. Sebagian besar batuan di bawah kerak bumi adalah batuan metamorf yang mengalami proses metamorfosis ketika terjadinya tabrakan lempeng benua.
Batuan jenis ini terjadi akibat mekanisme deformasi mekanis. Proses terjadinya akibat dua lempeng yang saling bergesekan sehingga menghasilkan panas yang sangat tinggi. Pada bagian yang mengalami gesekan terjadi perubahan struktur di dalamnya.
Batuan jenis ini terjadi akibat hasil dari batuan yang tertimbun dalam kedalaman yang sangat dalam sehingga mencapai perubahan suhu yang sangat drastis. Batu jenis ini dapat berubah menjadi batuan metamorf regional apabila terjadi perubahan suhu dan tekanan yang terjadi secara terus menerus.
Sumber :
https://kocostar.id/wp-content/uploads/2023/01/image-57.png
http://Ilmugeografi.com