Kamis, 02 Feb 2023
  • Selamat Datang di Website Resmi SMAN 13 Semarang

Prinsip – Prinsip Dasar Ilmu Sejarah

Pengertian Sejarah

Istilah sejarah berasal dari bahasa Arab “syajarotun” yang berarti pohon. Pohon digambarkan sebagai pertumbuhan terus-menerus dari berbagai macam bagian pada pohon, seperti akar, batang, cabang, daun, bunga, serta buah. Semua bagian pohon tersebut menunjukkan aspek kehidupan yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Apabila dikaitkan dengan sejarah, dapat disimpulkan bahwa manusia hidup terus bergerak dan berkembang seiring perjalanan waktu di tempat manusia berada. Istilah sejarah dalam bahasa lain, seperti geschiedenis (bahasa Belanda) yang berarti sesuatu yang telah terjadi, geschichte (Jerman) artinya sesuatu yang telah terjadi, dan history (Inggris) artinya aktivitas. manusia yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa tertentu yang disusun secara kronologi.

Ciri-Ciri Sejarah

  • Sejarah sebagai peristiwa yang abadi.
  • Sejarah sebagai peristiwa yang unik.
  • Sejarah sebagai peristiwa yang penting.

Unsur-Unsur Sejarah

Sejarah dibangun dari beberapa unsur. Unsur – unsur tersebut yang membentuk sebuah peristiwa sejarah. Tanpa ada unsur-unsur tersebut, sejarah tidaklah mungkin terbentuk. Berikut unsur-unsur pembentuk sejarah.

Manusia

Manusia tidak dapat dipisahkan dari sejarah. Manusia adalah objek dan sekaligus subjek sejarah. Pada satu sisi, sejarah menceritakan tentang kisah kehidupan manusia pada masa lalu, sedangkan pada sisi yang lain kisah kehidupan manusia pada masa lalu dibuat oleh manusia.

Ruang

Ruang dalam sejarah memperlihatkan tempat terjadinya berbagai peristiwa alam, peristiwa sosial, dan peristiwa sejarah dalam proses perjalanan waktu. Ruang tidak bisa dipisahkan dari tempat, area, kawasan, dan keberadaan. Dalam sejarah, konsep tuang berkaitan dengan aspek geografis atau tempat terjadinya peristiwa. Keberadaan unsur tuang akan mempermudah pemahaman tentang suatu peristiwa.

Waktu

Secara denotatif waktu dapat diartikan sebagai satu kesatuan, seperti detik, jam, hari, minggu, bulan, tahun, dan abad. Waktu dapat dipahami sebagai sebuah kesempatan atau peluang. Menurut KBBI, waktu merupakan seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan, atau keadaan berada atau berlangsung. Konsep waktu dalam sejarah erat aitannya di ristiwa masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang.

Ruang Lingkup

Sejarah memiliki beberapa ruang lingkup. Sejarah dapat dipandang sebagai ilmu (history as science), sejarah sebagai peristiwa, sejarah sebagai kisah, dan sejarah sebagai seni (history as art).

Manfaat Sejarah

Sejarah bermanfaat secara intrinsik dan ekstrinsik. Secara intrinsik, sejarah bermanfaat untuk mengetahui masa lampau, pernyataan pendapat, dan profesi. Adapun secara ekstrinsik, sejarah dapat digunakan sebagai pendidikan moral, penalaran, politik, kebijaksanaan, perubahan masa depan, keindahan, dan ilmu pengetahuan.

Konsep Diakronik (Kronologis)

Diakronik berasal dari bahasa Latin yaitu dia yang artinya melalui dan hronich yang artinya waktu. Diakronik dapat diartikan suatu peristiwa yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa sebelumnya dan tidak berdiri sendiri atau terjadi secara tiba-tiba. Konsep diakronik dalam sejarah berarti meneliti gejala-gejala yang memanjang dalam waktu, tetapi dalam ruang yang terbatas. Konsep diakronik memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  • Mengkaji peristiwa sesuai berlalunya masa.
  • Menitikberatkan pengkajian pada unsur sejarahnya.
  • Bersifat historis atau komparatif.
  • Bersifat vertikal; misalnya menyelidiki perkembangan sejarah Indonesia dimulai sejak penemuan prasasti di Kutai hingga masa kini.
  • Terdapat konsep perbandingan berdasarkan perkembangan zaman.
  • Memiliki cakupan kajian lebih luas.

Konsep Sinkronik

Dalam buku berjudul Penjelasan Sejarah, Kuntowijoyo menjelaskan bahwa konsep sinkronik Mmengutamakan penggambaran yang meluas dalam tuang dan tidak terlalu memikirkan dimensi waktu. Model sinkronik sering digunakan dalam ilmu sosial, seperti sosiologi, politik, ekonomi, agama, dan antropologi.

Konsep Perubahan dan Keberlanjutan dalam Sejarah

Konsep perubahan adalah peristiwa atau kejadian yang membuat perbedaan. Perubahan dapat terjadi secara cepat dan lambat. Setiap peristiwa tidak berdiri sendiri dan tidak terpisahkan dengan Peristiwa yang lain. Rangkaian peristiwa yang ada merupakan peristiwa yang berkelanjutan. Perubahan dan keberlanjutan dapat diketahui dengan cara membandingkan dua atau lebih suatu Peristiwa atau keadaan pada masa lalu.

Sumber Sejarah

Sumber sejarah adalah sesuatu yang secara langsung atau tidak langsung memberikan informasi tentang fenomena atau peristiwa pada masa lalu. Sumber sejarah merupakan bahan utama yang dipakai untuk mengumpulkan informasi berkaitan dengan subjek sejarah. Sumber sejarah dibedakan menjadi sumber sejarah berdasarkan sifatnya (sumber primer/sumber Pertama, sumber sekunder, serta sumber tersier) dan sumber sejarah berdasarkan bentuknya (Sumber benda, sumber tertulis/tekstual, sumber lisan, sumber visual, dan audiovisual).

Langkah – Langkah Pelitian Sejarah

Menurut Kuntowijoyo dalam buku Pengantar Ilmu Sejarah, penelitian sejarah memiliki lima tahapan yang saling berhubungan. Kelima tahapan tersebut adalah pemilihan topik, heuristik (pengumpulan sumber), verifikasi (kritik), intepretasi (penafsiran), dan historiografi (penulisan).

Historiografi

Penulisan sejarah (historiografi) di Indonesia dibagi menjadi penulisan sejarah tradisional (historiografi tradisional), historiografi kolonial, dan historiografi nasional (modern). Historiografi tradisional memuat pembahasan sejarah terkait masa Hindu, Buddha dan Islam. Historiografi kolonial memuat tentang pembahasan sejarah masa kolonialisme dan imperialisme. Sedangkan historiografi nasional adalah penulisan sejarah oleh Indonesia.

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR