Kamis, 02 Feb 2023
  • Selamat Datang di Website Resmi SMAN 13 Semarang

Jenis Manusia Purba di Indonesia

Manusia purba tersebar di seluruh dunia tak terkecuali wilayah Indonesia. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa manusia purba yang ditemukan diantaranya adalah berikut :

Meganthropus Paleojavanicus

Meganthropus Paleojavanicus merupakan manusia purba tertua di Indonesia. Diperkirakan Meganthropus Paleojavanicus sudah ada sejak 1,9 juta tahun yang lalu di wilayah Jawa. Fosil Meganthropus Paleojavanicus ditemukan di lembah sungai Bengawan Solo oleh G.H.R. von Koenigswald, seorang paleoantropologi dari Belanda pada tahun 1941. Fosil yang ditemukan adalah fragmen rahang bawah sebelah kanan, rahang atas sebelah kiri dan gigi lepas. Penamaan “Meganthropsu Paleojavanicus” berasal dari mega yang berarti besar, anthropus yang berarti manusia, paleo berarti tua, dan javanicus yang berarti dari Jawa.

Pithecanthropus Mojokertensis

Pithecanthropus Mojokertensis dapat diartikan sebagai manusia kera dari Mojokerto. Pithecanthropus Mojokertensis ditemukan oleh von Koenigswald pada tahun 1936 di Perning, Mojokerto, Jawa Timur. Temuan fosil berupa fosil tengkorak anak – anak, atap tengkorak, rahang atas, rahang bawah dan gigi lepas. Diperkirakan Pithecanthropus Mojokertensis hidup pada 30.000 hingga 2 juta tahun yang lalu.

Pithecanthropus Soloensis

Pithecanthropus Soloensis berarti manusia kera dari Solo ditemukan oleh von Koenigswald, Oppenorth dan Ten Haar, pada tahun 1931 hingga 1933 di Desa Ngandong, lembah Bengawan Solo. Fosil yang ditemukan berupa tengkorak dan bagian tulang kering. Diduga manusia purba ini hidup antara 800.000 hingga 20.000 tahun yang lalu.

Pithecanthropus Erectus

Manusia purba Pithecanthropus Erectus ditemukan di desa Trinil, Ngawi, Jawa Timur pada tahun 1891 oleh Eugene Dubois. Fragmen yang ditemukan adalah rahang pendek dan sebagian geraham manusia. Diperkirakan manusia purba ini hidup antara 700.000 hingga satu juta tahun yang lalu. Pithecanthropus Erectus memiliki volume otak sebesar 900 cc. Eugene Dubois menyatakan bahwa Pithecanthropus Erectus adalah missing link mata rantai perkembangan kera dan manusia. Hal ini kemudian memunculkan beragam kontroversi.

Homo Wajakensis

Homo Wajakensis ditemukan pertama kali oleh B.D. van Rietschoten pada tahun 1889 di Desa Wajak, Tulungagung, Jawa Timur pada 1889. Fosil yang ditemukan yaitu tengkorak, fragmen rahang bawah, dan beberapa ruas tulang leher. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Eugene Dubois dilokasi yang sama pada tahun berikutnya. Fragmen fosil yang ditemukan yaitu tengkorak, rahang atas dan bawah, tulang paha, dan tulang kering. Homo Wajakensis diperkirakan hidup sekitar 40.000 tahun yang lalu.

Homo Soloensis

Homo Soloensis merupakan manusia purba yang paling maju dibandingkan dengan manusia purba yang lain. Homo Soloensis ditemukan oleh Oppenorth, von Koenigswald dan ter Haar pada tahun 1931 hingga 1933 di Ngandong, Bengawan Solo dan Sambungmacan, Sragen. Fragmen yang ditemukan adalah 14 tengkorak, 2 tulang kering dan tulang panggul. Diperkirakan manusia purba ini hidup pada 117 hingga 108 ribu tahun yang lalu.

Homo Floresiensis

Homo Floresiensis ditemukan oleh Peter Brown dan Mike J. Morwood bersama tim Pusat Penelitian Arkeologi Nasional pada September 2003 di Gua Liang Bua, Flore. Penemuan fosil pada penelitian ini adalah tengkorak manusia berukuran mungil. Diperkirakan ukuran tubuh dari Homo Floresiensis tidak lebih besar dari anak usia lima tahun. Diperkirakan manusia purba ini hidup pada 18.000 tahun yang lalu bersama gajah pigmi (gajah kerdil) dan kadal – kadal raksasa (komodo).

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR